Aku
Hanya Ingin Kau Tersenyum
Sebenarnya.
Aku belum ingin pergi.
Memandangi senyumanmu.
Sekali lagi.
Walau aku tahu.
Senyuman itu bukan
hanya untuk ku.
Sebelum aku benar-benar
melangkahkan kaki.
Menjauh dari dirimu.
Dan seketika lenyap
dari duniamu.
Satu pintaku.
Tetaplah tersenyum.
Aku tak ingin mendengar.
Jika suatu hari nanti
kau terluka.
Atau senyuman itu
luntur karena air mata.
Tidak.
Aku hanya ingin
melihatmu bahagia.
Bahagia yang tak akan
pernah engkau membaginya kepadaku.
Karena aku sadar.
Aku bukan siapa-siapa.
Diriku hanya sebatas
seseorang yang ingin selalu berdiri dibelakangmu.
Mengikuti langkahmu.
Mendukung keinginanmu.
Impianmu.
Cita-citamu.
Semuanya untukmu.
Bagaimana aku membuktikannya?
Bagaimana aku
melakukannya?
Sedangkan kita tidak
akan pernah berjumpa kecuali Allah yang berkehendak?
Dan ternyata.
Semua itu telah menjadi
satu dalam lantunan harapan.
Yang ku sebut itu do’a.
Walau aku pergi.
Walau aku sudah tidak
menjadi pengikut rahasiamu.
Setidaknya ada doa yang
dapat mengingatkanku kembali.
Bahwa aku pernah
menjadikanmu cerita yang manis didalam hidupku dihadapanNya.
Jika suatu hari nanti
aku sudah lupa untuk menyebut namamu?
Semoga do’aku telah
didengarkan olehNya terlebih dahulu.
Yaitu engkau harus
tersenyum bahagia.
Tanpa adanya aku yang
menjadi saksi atas kisahmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar