Kamis, 04 Agustus 2016

Aku Hanya Ingin Kau Tersenyum

Sebenarnya.
Aku belum ingin pergi.
Memandangi senyumanmu.
Sekali lagi.
Walau aku tahu.
Senyuman itu bukan hanya untuk ku.
Sebelum aku benar-benar melangkahkan kaki.
Menjauh dari dirimu.
Dan seketika lenyap dari duniamu.
Satu pintaku.
Tetaplah tersenyum.
Aku tak ingin mendengar.
Jika suatu hari nanti kau terluka.
Atau senyuman itu luntur karena air mata.
Tidak.
Aku hanya ingin melihatmu bahagia.
Bahagia yang tak akan pernah engkau membaginya kepadaku.
Karena aku sadar.
Aku bukan siapa-siapa.
Diriku hanya sebatas seseorang yang ingin selalu berdiri dibelakangmu.
Mengikuti langkahmu.
Mendukung keinginanmu.
Impianmu.
Cita-citamu.
Semuanya untukmu.
Bagaimana aku membuktikannya?
Bagaimana aku melakukannya?
Sedangkan kita tidak akan pernah berjumpa kecuali Allah yang berkehendak?
Dan ternyata.
Semua itu telah menjadi satu dalam lantunan harapan.
Yang ku sebut itu do’a.
Walau aku pergi.
Walau aku sudah tidak menjadi pengikut rahasiamu.
Setidaknya ada doa yang dapat mengingatkanku kembali.
Bahwa aku pernah menjadikanmu cerita yang manis didalam hidupku dihadapanNya.
Jika suatu hari nanti aku sudah lupa untuk menyebut namamu?
Semoga do’aku telah didengarkan olehNya terlebih dahulu.
Yaitu engkau harus tersenyum bahagia.
Tanpa adanya aku yang menjadi saksi atas kisahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar