Kamu
Disini
Aku menyaksikan bagaimana rindu itu bersrang kembali.
Aku menyaksikan bagaimana rindu itu datang kembali.
Menghampiriku untuk kesekian kalinya.
Ia menembus halus pada tiap celah relung hati.
Menusuk kalbu dengan penuh kesungguhan.
Terus menumpuk dan nyaris menggunung.
Hingga membuat sesak, namun cukup kunikmati.
Aku dapat merasakannya.
Getaran itu.
Getaran saat diriku mulai merasa rindu.
Sudah berkali-kali aku mencoba untuk menolak kehadirannya.
Namun ia berontak, tak mau beranjak pergi.
Sebab aku terlupa, rindu tidak mempunyai kaki.
Kini.
Diriku terkalahkan oleh rindu.
Ya. Rindu menang.
Aku tidak bisa memaksakan rinduku untuk meninggalkan hati.
Hanya bisa meresapinya, menikmatinya.
Menghirup tiap titik rindunya yang kini menebar luas.
Jiwa ini selalu bertanya.
Mengapa rindu ini selalu menghampiri.
Sebelum akhirnya aku sadar.
Bahwa alasan dari rindu ini adalah, kamu.
Kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar